All @bout Motret & diPotret

Main ke Pulau Tidung ( Part I )

Setelah ditunda berkali – kali karena sesuatu dan lain hal  maka perjalanan ke pulau tidung akhirnya bisa terlaksana. Kita berangkat 11 orang untuk menikmati indahnya pulau tidung. Sebenarnya dimana sih pulau tidung?? Pulau tidung terletak di sebelah utara Jakarta, masih masuk wilayah Jakarta utara.  Pulau tidung merupakan pulau yang tidak begitu besar tapi sangat indah dan masih alami. Pasirnya sangat putih dan pantainya bening banget. Pulaunya kecil memanjang dari ujung timur ke ujung barat, pulaunya sepi dan tenang, ada dermaganya, pantainya hijau, ada sekolah, puskesmas dll .

Adapun transportasi ke tidung satu2 nya akses adalah melalui laut. Jadwal penyebrangan kapal ke pulau tidung sehari hanya satu kali, itupun berangkat jam 7 pagi. Kita bisa naik kapal dari dua tempat, dari muara angke dengan kapal yang kapasitasnya agak besar tetapi perjalanannya agak lama, sekitar 3 jam. Dermaga muara angke adalah dermaga tradisional, dimana kita melewati pasar ikan yang mana baunya sangat menyengat sekali dan kotor. Kapal dari muara angke adalah kapal kayu yang berkapasitas 60 orang, tetapi aktualnya kapal diisi hampir dua kali lipat kapasitas aslinya dan masih ditambah barang – barang dari para penumpang, so jangan tanyakan masalah safety hehehehe.. berdoa moga2 sampe tidung dengan selamat. Atau kita memilih naik perahu cepat yang lebih safety dari pantai marina ancol, lama perjalanan kalau dari pantai marina sekitar 1.5 jam. Konsekuensinya ketika kita memilih keberangkatan dari pantai marina adalah keterbatasan seat, satu kali berangkat kapal hanya berkapasitas 20 seat. Untuk menyiasati agar dapat tiket dari marina, maka saya dan tiga teman yang lain berangkat ke marina jam 3 pagi. Nyampe dimarina jam 4 pagi, loket belum buka tetapi kita dapet antrian paling depan di tempat pembelian tiket kapal. Kira kira jam 4.30 sudah datang penumpang yang mengantre, sehingga pas jam 5 pagi, antrean sudah panjang. Dari pada bete nungguin loket buka mending hunting sunrise, kebetulan banyak kapal nelayan lewat untuk objek motrat motret.

Akhirnya Loket di buka pukul  7 pagi. Alhamdulilah kita dapet tiket  so perjuangan berangkat pagi tidak lah sia – sia.

Kira-kira pukul 8.30 kapal bertolak ke pulau tidung. Sebelum berangkat awak kapal menerangkan bagaimana menggunakan jaket pelampung ketika dalam kondisi emergency. Oiya setiap penumpang dapat satu jaket, kontras banget dengan kapal yang dari muara angke. Sepanjang perjalanan yang ada hanya laut biru dan sesekali kita berpapasan dengan kapal nelayan yang mencari ikan. Karena pulau tidung adalah pulau terluar maka setiap perjalanan kapal berhenti di pulau2 kecil untuk bersandar, tidak tau tujuannya apa yang jelas tiap pulau berhenti sekitar 5 menit. Setelah 1.5 jam perjalanan akhirnya sampai juga di tidung dengan selamat. Alhamdulilah, suasana pulau langsung terasa, ketika masuk dermaga pulau tidung kita sudah melihat birunya langit dan beningnya air di pulau tidung.

 

Masuk Dermaga Tidung

 

Tapi sangat disayangkan ketika di dermaga pulau tidung terlihat banyak sampah yang berserakan di lautnya.

Sampai di dermaga kita sudah ditunggu sama guide nya namanya pak wardi, beliau yang menyediakan akomodasi selama di pulau tidung, mulai dari penginapan, makan, sepeda,sewa kapal untuk snorkeling dan alat-alat untuk snorkeling.  Angin berhembus sejuk sekali, padahal cuaca siang itu sangat terik, tetapi berhubung sudah excited banget maka semua menjadi terasa indah dan menyenangkan. Dengan diantar pak wardi kita menuju penginapan atau lebih tepatnya guest house  kali ya, soalnya kita menginap di rumah penduduk yang sengaja disewakan untuk penginapan para wisatawan yang berkunjung di pulau tidung. Sampe di rumah itu, langsung mapping tempat tidur, mandi,sholat dan langsung makan dengan lauk ikan laut yang segar. Kemudian kita mengambil sepeda untuk dipakai trekking di pulau tidung.

Pukul 14 tepat kita berangkat trekking, walaupun cuaca panas menyengat kita tidak perduli yang penting senang. Trekking dimulai dari pulau tidung kecil, yang unik untuk menuju ke pulau tidung kecil kita menyebrangi jembatan penghubung yang lumayan panjang dari pulau tidung besar ke pulau tidung kecil.

Jembatan itu dikenal jembatan cinta, saya juga tidak tahu kenapa dinamakan jembatan cinta. Pulau tidung kecil tidak berpenghuni, pasirnya sangat putih dan banyak pohon – pohon yang rindang di pulau, kita berjalan menyusuri pantai dan berkeliling  pulau tidung kecil.

Tidak lupa bernarsis ria dulu mengabadikan momen kebersamaan dengan kawan.

Tidak terasa sudah jam 16.30, Kitaharus menuju ke  pulau tidung besar untuk mengejar sunset di sebelah barat pulau. Ini yang kutunggu tunggu, motret sunset euy. Perjalanan dari tidung kecil ke ujung barat tidung besar sekitar 45 menit. Lumayan jauh dan melelahkan, tetapi demi sunset kita semangat mengayuh sepeda.

Setelah perjalanan yang lumayan jauh dan melelahkan akhirnya sampe juga di ujung barat pulau tidung besar. Setelah saya nyari spot yang pas untuk motret sunset dan bernarsis ria dengan teman – teman. Tripod dipasang, kamera dan hulubalangnya di keluarkan mulailah acara motret yang saya tunggu – tunggu ini. Tanpa kenal capek saya terus motrat motret. Beberapa kawan juga minta di foto siluet.

Perlahan tapi pasti akhirnya sang surya beranjak turun ke peraduanya. Dan kita pun bergegas ke penginapan untuk mandi & sholat  serta yang utama adalah makan, karena perut sudah berbunyi nyaring. Sekitar jam 9 malam kita barbeque ikan segar dari pak wardi, tapi tidak semua kawan ikut barbeque karena sudah kelelahan. Setelah puas kita istirahat untuk menyiapkan energi buat hunting sunrise & snorkeling esok hari.

5 responses

  1. saya juga baru dari sini,
    pemandangannya memang bagus tapi sampah bnar” telah merusak pemandangan disini.
    belumlagi fasilitasnya yang naudzubillah.
    saya cuma bisa geleng” kepala melihatnya

    ohya, izin copy salah satu pictnya ya gan

    January 9, 2011 at 22:41

  2. hehehe.iya bro copy aja pic nya… menurut gw pas kesono dulu msh bagus, walau emang sampah nya lumayan banyak, tp masih bisa di toleransi lah😉 masalah fasilitas buat backpacer masih layak ko, ga tau lho kalo sekarang…

    January 10, 2011 at 11:08

  3. yohana

    Foto2nya keren bgt.
    Saya ada rencana mau kesana, pengennya sih dr marina. Biaya penyebrangannya brp ya? Trs kl balik ke ancol lg, dr pulau tidung kapalnya jam brp? Thanks.

    May 22, 2011 at 19:19

    • thanks😉
      setahu saya dulu saya dan temen2 brgkt dari marina ke tidung sekitar 30 rb an, dari angke juga segituan.
      kalo mo balik ke ancol, brgkt dari tidung jam 11 siang ( tiket terbatas jd pagi2 musti beli tiket dulu ), kalo ke angke nya jam 13.

      May 23, 2011 at 11:53

  4. Jembatan cinta pulau tidung sudah selesai di perbaiki.
    Sekedar info bagi yang ingin mengunjungi pulau tidung

    April 8, 2013 at 19:45

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s